Pencarian tempat kost

Hari pertama kuliah bertepatan dengan bulan puasa. saat itu aku berencana untuk menghubungi teman di Yogya, karena belum mendapatkan tempat menginap. sesampainya di Yogya, aku langsung meluncur ke masjid Kampus UGM. sampai di sana pukul 16.30 sore. ada keinginan untuk langsung menelpon teman tetapi apa daya ternyata baterai hpku habis. satu hal yang aku ingat waktu itu, malang nian nasibku, saudara tak punya, teman tak ada.
barang bawaan yang terdiri dari dua tas besar,bingung aku letakkan dimana. karena semua hampir semua membawa satu tas, dan itupun tas ransel bukan tas mudik.waktu itu terasa bingung dan sedikit malu, tak tahu harus kemana.
sore itu setibanya di masjid, selepas sholat ashar kuberanikan diri untuk menyusuri jalan mencari tempat tinggal sementara. area pertama yang jadi tujuan adalah perkampungan dekat RS Dr. Sardjito. menurut informasi yang ada disana banyak sekali tempat kost. sambil bertanya satu dua orang, akhirnya aku ditunjukkan tempat kost yang bisa disinggahi. jalan menuju tempat itu naik turun, setelah sampai di tempat kostnya. pemilik kost membukakan pintunya, ukuran ruangannya mungkin 2×3 nggak terlalu luas cukup untuk satu orang tapi kelihatannya jarang ditempati sehingga kelihatan pengap dan panas, apalagi suasana disekitarnya sunyi senyap.
sipemilik kost memberitahukan kalo biaya sewa pertahunnya dua juta,dalam hatiku berkata mahal amat. aku urungkan niatku waktu itu juga, karena tidak pas dihati. kemudian aku langsung kembali ke masjid kampus. karena waktu itu puasa, pikirku dimasjid pasti ada ta’jil. namun ternyata makanannya telah habis semua, maka sore itu aku urungkan niatku untuk buka puasa dimasjid. langsung aku ambil wudlu dan menunggu iqamah dikumandangkan.
selepas sholat maghrib, aku berdo’a, Ya Allah berilah aku tempat kost yang dekat dengan kampus dan harga sewanya murah. setelah doa, aku keluar masjid menyusuri jalan menuju arah utara, waktu itu jalanan amat ramai sekali karena bertepatan opspek mahasiswa baru. perutku mulai bersuara, didepan kelihatan ada orang jual nasi goreng, aku sempatkan sejenak untuk makan disana.
selesai makan kutanyakan pada penjual nasi goreng tadi, apakah disekitar sini ada tempat kost. orang itu menunjuk arah gapura yang bertuliskan dusun sagan. kemudian aku beranjak meluncur kesana. setibanya didusun itu aku sempat bertanya pada satu orang, dan dia langsung menunjukkan rumah disebelahnya. ternyata benar disitu ada tempat kosong, tanpa ragu aku coba menanyakan harga sewanya. pemilik kost menyebutkan sejuta tiga ratus dengan biaya listrik perbulan dua puluh ribu. tanpa berfikir panjang, karena ruangannya kelihatan representatif, malam itu juga aku setujui untuk tinggal di tempat itu.

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s